Jumat, 08 Mei 2026

Percobaan 1 Kondisi 9

[menuju akhir]



Langkah-langkah percobaan :

  1. Pahami terlebih dahulu kondisi yang akan digunakan
  2. Buka software Proteus 8.17
  3. Persiapkan alat dan bahan
  4. Buat rangkaian sesuai dengan kondisi dan modul
  5. Buka software STM32Cube IDE 
  6. Setelah membuka software, pilih perangkat STM32F103C8T6 
  7. Sesuaikan konfigurasi pin sesuai dengan rangkaian proteus 
  8. Buat kode program untuk mengoperasikan rangkaian tersebut sesuai dengan kondisi 
  9. Konfigurasi kan program dengan software Proteus
  10. Jalankan simulasi rangkaian.  
  11. Proses selesai

2. Hardware dan Diagram Blok [Kembali]
a. Hardware
1. STM32F103C8
TM32F103C8 adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang  dikembangkan oleh STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering digunakan dalam pengembangan sistem tertanam karena kinerjanya yang baik, konsumsi daya yang rendah, dan kompatibilitas dengan berbagai protokol komunikasi. Pada praktikum ini, kita menggunakan STM32F103C8 yang dapat diprogram menggunakan berbagai  metode, termasuk komunikasi serial (USART), SWD (Serial Wire Debug), atau JTAG untuk berhubungan dengan komputer maupun perangkat lain.

2. HeartBeat Sensor


HeartBeat sensor atau sensor detak jantung merupakan perangkat input analog yang berfungsi untuk mendeteksi denyut nadi manusia dengan prinsip fotopletismografi (PPG). Sensor ini biasanya bekerja menggunakan infra merah dan fototransistor untuk mengukur perubahan volume darah di dalam pembuluh darah kecil di ujung jari atau telinga. Sinyal yang dihasilkan bersifat analog, sehingga memerlukan fitur ADC (Analog to Digital Converter) pada mikrokontroler agar data detak jantung dapat diproses dan dikonversi menjadi nilai Beats Per Minute (BPM).

3. Push Button


Push button adalah komponen sakelar sederhana yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dalam suatu rangkaian dengan cara menekan tombolnya. Pada penggunaan mikrokontroler, komponen ini berperan sebagai perangkat input digital yang bekerja berdasarkan prinsip logika high atau low, di mana status penekanannya dapat dibaca oleh pin GPIO atau digunakan untuk memicu mekanisme interrupt eksternal. Agar pembacaan sinyal tetap stabil dan terhindar dari kondisi floating, push button biasanya dikonfigurasi menggunakan resistor pull-up atau pull-down yang memastikan level tegangan input tetap berada pada kondisi logika yang jelas saat tombol tidak sedang ditekan.


4. LED

LED adalah dioda semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED digunakan dalam berbagai aplikasi seperti indikator elektronik, pencahayaan, dan display. LED hanya bekerja pada arah bias maju dan memiliki berbagai warna yang ditentukan oleh material semikonduktornya.

5. Buzzer
Buzzer adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi suara (bunyi) melalui mekanisme getaran. Komponen ini termasuk dalam kategori output device karena digunakan untuk memberikan respon berupa suara terhadap suatu kondisi atau perintah dalam rangkaian elektronik.

6. Resistor 

Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk membatasi arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor bekerja berdasarkan hukum Ohm, yang menyatakan bahwa tegangan (V) = arus (I) × resistansi (R). Resistor memiliki satuan Ohm (Ω) dan digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pembagian tegangan, kontrol arus, dan proteksi rangkaian elektronik.

b. Diagram Blok




3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]




Prinsip Kerja :

Rangkaian ini bekerja dengan menggunakan mikrokontroler STM32F103C8 sebagai unit pemrosesan utama yang mengolah input dari Sensor Heartbeat untuk mengendalikan output berupa LED dan buzzer. Sensor Heartbeat mendeteksi data detak jantung dalam satuan BPM (Beat Per Minute). Ketika hasil pembacaan menunjukkan nilai BPM kurang dari 60, mikrokontroler akan memberikan logika low pada LED sehingga LED tetap mati. Pada saat yang sama, mikrokontroler akan mengaktifkan buzzer dengan pola bunyi yang mengikuti irama detak jantung yang terdeteksi oleh sensor.

1. Tahap Pembacaan (Input)

Sistem menggunakan Sensor Heartbeat sebagai sumber input utama.

  • Sensor Heartbeat
    Sensor ini mendeteksi perubahan volume darah pada pembuluh kapiler menggunakan cahaya inframerah. Data hasil pembacaan dikirim ke mikrokontroler STM32 dalam bentuk sinyal analog atau pulsa digital yang merepresentasikan jumlah detak jantung per menit (BPM). Selain membaca nilai BPM, sensor juga menghasilkan pola denyut yang dapat digunakan untuk mengatur ritme bunyi buzzer.

2. Tahap Pemrosesan (Logic)

Mikrokontroler STM32F103C8 bertindak sebagai pusat pengendali sistem. Program pada mikrokontroler akan terus memantau nilai BPM yang diterima dari sensor heartbeat.

  • Logika Kondisional
    Program mengevaluasi hasil pembacaan sensor. Jika nilai BPM kurang dari 60, maka:

    • Pin output LED diberikan logika low sehingga LED tetap mati.

    • Mikrokontroler mengaktifkan buzzer dengan pola bunyi yang mengikuti interval detak jantung yang terbaca dari sensor.

Sebaliknya, apabila nilai BPM berada di atas atau sama dengan 60, buzzer tidak aktif dan sistem berada pada kondisi normal.

3. Tahap Eksekusi (Output)

  • LED & Resistor
    LED digunakan sebagai indikator visual. Karena pada kondisi BPM < 60 pin output berada pada logika low, arus tidak mengalir ke LED sehingga LED tetap mati. Resistor pada rangkaian berfungsi membatasi arus agar LED tidak mengalami kerusakan.

  • Buzzer
    Buzzer mengubah energi listrik menjadi suara. Mikrokontroler mengatur pola aktif-mati buzzer berdasarkan interval detak jantung yang terdeteksi, sehingga bunyi buzzer menyerupai ritme denyut jantung pengguna.

4. Flowchart dan Listing Program [Kembali]
a. Flowchart


b. Listing Program [Kembali]


/* USER CODE BEGIN Header */

/**

******************************************************************************

* @file : main.c

* @brief : Main program body

******************************************************************************

*/

/* USER CODE END Header */


#include "main.h"


/* Private variables ---------------------------------------------------------*/

ADC_HandleTypeDef hadc1;


/* USER CODE BEGIN PV */

uint32_t adcValue = 0;

uint32_t filteredValue = 0;


uint8_t beatDetected = 0;

uint32_t BPM = 0;


uint32_t lastBeatTime = 0;

uint32_t interval = 0;


uint8_t buzzerOff = 0;


#define FILTER_SIZE 10

uint16_t buffer[FILTER_SIZE] = {0};

uint8_t indexBuf = 0;

uint32_t buzzerTime = 0;

/* USER CODE END PV */


/* Private function prototypes -----------------------------------------------*/

void SystemClock_Config(void);

static void MX_GPIO_Init(void);

static void MX_ADC1_Init(void);


/* USER CODE BEGIN 0 */


/* ================= FILTER ================= */

uint16_t moving_average(uint16_t val)

{

buffer[indexBuf++] = val;

if(indexBuf >= FILTER_SIZE) indexBuf = 0;


uint32_t sum = 0;

for(int i=0;i<FILTER_SIZE;i++) sum += buffer[i];


return sum / FILTER_SIZE;

}


/* ================= LED RGB ================= */

void LED_RGB(uint8_t r, uint8_t g, uint8_t b)

{

HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, r ? GPIO_PIN_SET : GPIO_PIN_RESET);

HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, g ? GPIO_PIN_SET : GPIO_PIN_RESET);

HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_10, b ? GPIO_PIN_SET : GPIO_PIN_RESET);

}


void LED_Hijau() { LED_RGB(0,1,0); }

void LED_Kuning() { LED_RGB(1,0,0); }

void LED_Merah() { LED_RGB(0,0,1); }

void LED_Mati() { LED_RGB(0,0,0); }


/* ================= BUZZER ================= */

void Buzzer_On() { HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_11, GPIO_PIN_SET); }

void Buzzer_Off() { HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_11, GPIO_PIN_RESET); }


/* USER CODE END 0 */


int main(void)

{

HAL_Init();

SystemClock_Config();

MX_GPIO_Init();

MX_ADC1_Init();


/* USER CODE BEGIN 2 */

uint32_t baseline = 0;

/* USER CODE END 2 */


while (1)

{

/* USER CODE BEGIN 3 */


/* ==== BACA ADC ==== */

HAL_ADC_Start(&hadc1);

HAL_ADC_PollForConversion(&hadc1, 10);

adcValue = HAL_ADC_GetValue(&hadc1);


/* ==== FILTER ==== */

filteredValue = moving_average(adcValue);


/* ==== BASELINE ==== */

baseline = (baseline * 9 + filteredValue) / 10;

uint32_t threshold = baseline + 50;


/* ==== DETEKSI DETAK ==== */

if(filteredValue > threshold && beatDetected == 0)

{

beatDetected = 1;


uint32_t now = HAL_GetTick();


if(lastBeatTime != 0)

{

interval = now - lastBeatTime;

if(interval > 0)

BPM = 60000 / interval;

}

if(BPM > 0 && BPM < 60)

{

Buzzer_On();

buzzerTime = now;

}

lastBeatTime = now;

}


if(BPM > 0 && BPM < 60)

{

if(HAL_GetTick() - buzzerTime > 80)

{

Buzzer_Off();

}

}


if(filteredValue < threshold)

{

beatDetected = 0;

}


/* ==== TIMEOUT ==== */

if(HAL_GetTick() - lastBeatTime > 2000)

{

BPM = 0;

}


/* ==== OUTPUT ==== */

if(BPM > 60)

{

LED_RGB(1,1,1);

if(!buzzerOff)

Buzzer_On();

else

Buzzer_Off();

}

else

{

LED_Mati();

}


HAL_Delay(5);


/* USER CODE END 3 */

}

}


/* ================= CLOCK ================= */

void SystemClock_Config(void)

{

RCC_OscInitTypeDef RCC_OscInitStruct = {0};

RCC_ClkInitTypeDef RCC_ClkInitStruct = {0};

RCC_PeriphCLKInitTypeDef PeriphClkInit = {0};


RCC_OscInitStruct.OscillatorType = RCC_OSCILLATORTYPE_HSI;

RCC_OscInitStruct.HSIState = RCC_HSI_ON;

RCC_OscInitStruct.PLL.PLLState = RCC_PLL_NONE;

HAL_RCC_OscConfig(&RCC_OscInitStruct);


RCC_ClkInitStruct.ClockType = RCC_CLOCKTYPE_HCLK|

RCC_CLOCKTYPE_SYSCLK|

RCC_CLOCKTYPE_PCLK1|

RCC_CLOCKTYPE_PCLK2;


RCC_ClkInitStruct.SYSCLKSource = RCC_SYSCLKSOURCE_HSI;

RCC_ClkInitStruct.AHBCLKDivider = RCC_SYSCLK_DIV1;

RCC_ClkInitStruct.APB1CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;

RCC_ClkInitStruct.APB2CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;


HAL_RCC_ClockConfig(&RCC_ClkInitStruct, FLASH_LATENCY_0);


PeriphClkInit.PeriphClockSelection = RCC_PERIPHCLK_ADC;

PeriphClkInit.AdcClockSelection = RCC_ADCPCLK2_DIV2;

HAL_RCCEx_PeriphCLKConfig(&PeriphClkInit);

}


/* ================= ADC ================= */

static void MX_ADC1_Init(void)

{

ADC_ChannelConfTypeDef sConfig = {0};


hadc1.Instance = ADC1;

hadc1.Init.ScanConvMode = ADC_SCAN_DISABLE;

hadc1.Init.ContinuousConvMode = DISABLE;

hadc1.Init.ExternalTrigConv = ADC_SOFTWARE_START;

hadc1.Init.DataAlign = ADC_DATAALIGN_RIGHT;

hadc1.Init.NbrOfConversion = 1;

HAL_ADC_Init(&hadc1);


sConfig.Channel = ADC_CHANNEL_0;

sConfig.Rank = ADC_REGULAR_RANK_1;

sConfig.SamplingTime = ADC_SAMPLETIME_71CYCLES_5; // IMPORTANT

HAL_ADC_ConfigChannel(&hadc1, &sConfig);

}


/* ================= GPIO ================= */

static void MX_GPIO_Init(void)

{

GPIO_InitTypeDef GPIO_InitStruct = {0};


__HAL_RCC_GPIOA_CLK_ENABLE();

__HAL_RCC_GPIOB_CLK_ENABLE();


HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0|GPIO_PIN_1|GPIO_PIN_10|GPIO_PIN_11, GPIO_PIN_RESET);


/* BUTTON */

GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_1;

GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_IT_FALLING;

GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_PULLUP;

HAL_GPIO_Init(GPIOA, &GPIO_InitStruct);


HAL_NVIC_SetPriority(EXTI1_IRQn, 0, 0);

HAL_NVIC_EnableIRQ(EXTI1_IRQn);


/* LED RGB + BUZZER */

GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0|GPIO_PIN_1|GPIO_PIN_10|GPIO_PIN_11;

GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_OUTPUT_PP;

GPIO_InitStruct.Speed = GPIO_SPEED_FREQ_LOW;

HAL_GPIO_Init(GPIOB, &GPIO_InitStruct);

}


/* ================= INTERRUPT ================= */

void HAL_GPIO_EXTI_Callback(uint16_t GPIO_Pin)

{

if(GPIO_Pin == GPIO_PIN_1)

{

buzzerOff = !buzzerOff;

}

}


/* ================= ERROR ================= */

void Error_Handler(void)

{

__disable_irq();

while (1) {}

}


5. Video Demo [Kembali]


6. Kondisi [Kembali]

Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 1 dengan kondisi Sensor Heartbeat membaca BPM < 60 LED mati dan buzzer ber bunyi dengan pola yang sama dengan detak jantung.

7. Video Simulasi [Kembali]




8. Download File [Kembali]


0 comments:

Posting Komentar